SIARAN PERS
BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor : 128/SP/HM/BPUK/IX/2021

Bandung – Cuaca antariksa adalah istilah yang mengacu pada kondisi dinamis yang sangat bervariasi di lingkungan geoantariksa. Ini termasuk kondisi Matahari, medium antarplanet, magnetosfer Bumi, dan ionosfer. Matahari adalah benda dinamis dan kompleks yang terus-menerus memancarkan radiasi, aliran partikel konstan yang dikenal sebagai angin Matahari, dan menghasilkan medan magnet besar yang meluas ke Tata Surya (Medan magnet antarplanet, IMF). Peristiwa di permukaan Matahari dan korona seperti flare dan lontaran massa korona dapat menyebabkan banyak fenomena cuaca antariksa seperti, peristiwa proton berenergi Matahari (SEP) dan aliran angin Matahari berkecepatan tinggi (HSS) yang menyebabkan perubahan plasma ambien, medan magnet, radiasi, aliran partikel di luar angkasa, dan interaksi dengan magnetosfer dan ionosfer.

Untuk mengenalkan cuaca antariksa dan pemanfaatannya di masyarakat Pusat Riset Sains Antariksa (Pussainsa) LAPAN BRIN akan mengadakan Webinar bertajuk Cuaca Antariksa : Riset, Layanan dan Manfaatnya yang akan diadakan via daring pada Kamis, 16 September 2021 pukul 09.00. Untuk mengikuti webinar ini, peserta dapat mendaftar melalui tautan bit.ly/daftar-ca.

Hadir sebagai pembicara dalam acara ini peneliti Pussainsa dengan topik, Matahari dan Cuaca Antariksa oleh Dr. Johan Muhammad, Geomagnet dan Magnet Antariksa oleh Fitri Nuraeni, M.Si, Ionosfer dalam Cuaca Antariksa oleh Dr. Prayitno Abadi, Pemanfaatan Ionosfer untuk Komunikasi HF oleh Varuliantor Dear, M.T.

Pussainsa merupakan satu-satunya lembaga riset di Indonesia yang melakukan penelitian serta pelayanan dalam penelitian cuaca antariksa yaitu dalam bidang Matahari, geomagnet antariksa dan ionosfer terutama navigasi dan komunikasi radio.

Biro Komunikasi Publik, Umum, dan Kesekretariatan
Badan Riset dan Inovasi Nasional

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Ir. Jasyanto, M. M, Pranata Humas Ahli Madya (08111735071).
Sumber: https://www.lapan.go.id