SIARAN PERS
BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor : 160/SP/HM/BKPUK/X/2021

Isu pencegahan/penurunan stunting merupakan darurat nasional. Sejak tahun 2017 telah ada kebijakan, program, dan strategi nasional dalam upaya penurunan stunting, tetapi masih ada persoalan dalam implementasinya. WNPG XI tahun 2018 juga fokus pada isu stunting. Saat ini penanganan dan percepatan penurunan angka stunting juga menjadi fokus pemerintah Indonesia 2020 – 2045. Menyadari pentingnya hal tersebut dan sebagai bentuk kontribusi lembaga riset pada bangsa dan negara serta dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap tangga15 Oktober, Pusat Riset Teknologi Tepat Guna Badan Riset dan Inovasi Nasional menyelenggarakan Webinar Nasional Pangan dengan tema “Pengembangan Inovasi Pangan Lokal Untuk Mendukung Program Percepatan Penurunan Stunting”, Kamis, 21 Oktober 2021.

Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia mencapai 30,8%. Prosentase tersebut melebihi batas yang ditetapkan World Health Organization (WHO) sebesar 20% dari keseluruhan Balita. Bahkan prevalensi stunting di Kabupaten Sumba Barat Daya mencapai 61,2%, melebihi kondisi stunting nasional. Kondisi tersebut menyebabkan Indonesia terancam kehilangan sepertiga generasi muda dan mengalami kerugian ekonomi setiap tahunnya sebesar 2-3% dari Produk Domestik Bruto. Program Percepatan penurunan stunting merupakan target kedua dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Permasalahan penurunan stunting menjadi masalah kompleks karena didalamnya ada banyak faktor penyebab dan memerlukan dukungan, kerjasama dan kolaborasi multi pihak. Dari hasil analisis kendala ditemukan bahwa permasalahan stunting dikalangan masyarakat disebabkan tiga hal yaitu : Pertama : asupan gizi, Kedua : pola asuh dan ketiga : air bersih dan sanitasi.

Selama ini telah banyak riset berbasis upaya penanganan/penurunan stunting di Indonesia, namun berbagai kendala implementasi yang masih bersifat sektoral, sporadik dan cakupan lokasi/daerah yang luas dan belum terdokumentasi dengan baik, memberi kesan bahwa penurunan stunting belum ditangani secara serius (dalam implementasinya).

Plt Kepala Pusat Riset Teknologi Tepat Guna, Achmat Sarifudin, Ph.D menyatakan “Pada intinya hasil riset harapannya bisa bermanfaat bagi masyarakat, termasuk hasil riset tentang stunting. Melalui riset dan inovasi diharapkan bisa bermanfaat bagi penurunan/pencegahan stunting. Skema yang digunakan adalah dengan menggunakan lisensi. Dalam webinar ini kami menghadirkan keynote speaker Dr. Mego Pinandito, M.Eng., selaku Plt. Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi. “Kita ingin mengetahui seperti apa kebijakan BRIN dalam pemanfaatan riset dan inovasi untuk Kementerian/Lembaga, masyarakat dan UMKM. Karena obyek pemanfaatan riset dan inovasi kita selain Kementerian/Lembaga adalah masyarakat dan UMKM.”

Sedangkan kehadiran BKKBN karena kita ingin mengetahui penanganan stunting secara nasional, apakah telah dilakukan lintas Kementerian/Lembaga dan lintas disiplin ilmu. Skema yang dipergunakan melalui sinkronisasi riset dan implementasinya seperti apa di daerah. Kita sudah punya grand design dari Pak Ade Chandra dan Pak Ignasius. Bu ainia sebagai pemateri berkaitan dengan teknologi proses pembuatan bubur MP ASI dan implementasinya di Desa Gambarsari Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang. Dan Pak Dadang Dayat Hidayat materi lebih banyak kearah teknologi peralatan pendukung proses pembuatan bubur MP ASI. Kehadiran PT. PAG diundang sebagai calon mitra pelisensi. Harapannya PT. Pandu Agritek Gemilang bisa memproduksi bubur instan yang bisa digunakan masyarakat.

Menurut Prof. Drh. Rizal Damanik, MRepSc., PhD., “Target menurunkan prevalensi kejadian stunting di Indonesia menjadi 14% di tahun 2024 adalah bukan pekerjaan mudah. Namun demikian, dengan kerja keras dan sinergitas lintas sektor terkait mulai dari pusat dan daerah yang kondusif, kita optimis akan mencapai target tersebut. Oleh karena itu melalui webinar ini diharapkan akan semakin banyak masyarakat yang semakin peduli tentang pentingnya mencegah terjadinya stunting di masyarakat.”

Sementara Dr. Ainia Herminiati, ST., M.Si. menyatakan “Terselenggaranya Webinar ini terkait dengan Perpres Nomor 72 tahun 2021 yang ditugaskan ke BRIN, berbagi pengetahuan untuk percepatan penurunan stunting di Indonesia. Semoga dapat kontribusi yang terintegrasi dalam RAN PASTI (Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting). Di bidang pengembangan teknologi peralatan Ir. Dadang Dayat Hidayat, M.Eng.Sc. menyampaikan “Diharapkan drum dryer tipe silinder ganda yang telah dirancang bangun dapat meningkatkan penelitian khususnya tentang formula produk instan untuk stunting yang berbasis pada potensi lokal, sehingga kemudian dapat diproduksi oleh UKM.”

Dan diakhir dari pihak calon mitra kerja sama PRTTG Fajar Reza Budiman menyampaikan “Pembangunan pedesaan yang berkelanjutan berbasis kearifan lokal menuntut tumbuhnya inovasi dan peningkatan kreatifitas. Teknologi Tepat Guna yang mengadopsi kemampuan lokal dan mengoptimalisasi potensi lokal akan menjadi satu solusi peningkatan produktifitas dan kemakmuran di segenap wilayah nusantara.”

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi :
Achmat Sarifudin (Plt Kepala Pusat Riset Teknologi Tepat Guna Badan Riset dan Inovasi Nasional) : HP. 081394723787
Ainia Herminiati (Peneliti Ahli Madya Bidang Pangan dan Gizi PRTTG BRIN) : HP. 08156022021
Erista Catur Puspitasari (Pranata Humas Ahli Muda Biro Komunikasi Publik, Umum dan Kesekretariatan BRIN) : HP. 081214054498 wa 081802736339

Biro Komunikasi Publik, Umum, dan Kesekretariatan
Badan Riset dan Inovasi Nasional