Jakarta, Humas BRIN. Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat (OR TKPEKM) BRIN, dapat hadir sebagai problem solver untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Hal ini disampaikan Agus Eko Nugroho, Plt. Kepala OR TKPEKM pada Apel Pagi, di Jakarta (28/03).

“Saat ini, bangsa Indonesia menghadapi tantangan yang semakin berat, di antaranya: tren pertumbuhan yang semakin melambat. Timbulnya kemiskinan persisten dan tendensi peningkatan ketimpangan, dan kelemahan tata kelola pemerintahan,” papar Agus.

Agus melanjutkan, untuk mengatasi hal-hal tersebut, OR TKPEKM memfokuskan pada lima aspek pengembangan, yaitu: Good and Proper governance; Knowledge Based Economy; Green & Blue Economy; Inclusive & Sustainable economy; dan Sistem Perlindungan dan jaminan sosial yang efektif. “Dari kelima aspek global ini, diharapkan dapat menjadi pusat unggulanberstandar global,” imbuh Agus.

Agus meyakinkan, ke depannya pusat unggulan ini dapat  menjadi problem solver, untuk Visi Indonesia Emas 2045, pemulihan ekonomi, dan pencapaian SDGS.

OR TKPEKM memiliki 7 Pusat Riset dan 4 Rumah Program. Ketujuh Pusat Riset tersebut, yaitu: (1) Dalam Negeri, (2) Kebijakan Publik melaksanakan kegiatan, (3) Ekonomi Makro & Keuangan, (4) Kesejahteraan Sosial, Desa & Konektivitas, (5) Koperasi & Ekonomi Kerakyatan, (6) Ekonomi Perilaku & Sirkuler, dan (7) Ekonomi Industri, Jasa & Perdagangan.

Rumah Program menurut Agus, sebagai ruang kerja yang dikelola untuk mencapai kinerja program. Rumah Program, meliputi: (1) Tata Kelola Pemerintahan, (2) Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru, (3) Kesejahteraan Masyarakat, dan (4) Otonomi Daerah.

Tahun 2022, setiap Rumah Program memiliki anggaran penelitian berkisar Rp 10-25 milyar. Target outputnya, yaitu utama sebanyak 10 model, dan tambahan berupa 100 publikasi internasional. (na/ ed: sg, ns)

Sebarkan