SIARAN PERS
BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor : 167/SP/HM/BPUK/X/2021

Jakarta – Youth Science Week Tahun 2021 akan hadir menyapa para milenial di Indonesia. Kegiatan yang mengusung tema ”Percaya Nalar dengan Riset dan Inovasi” itu, akan digelar mulai Senin (25/10/2021) hingga Kamis (28/10/2021) secara daring melalui aplikasi zoom, dan dapat diikuti melalui live streaming di youtube @brinindonesia maupun @lipiindonesia.

Youth Science Week diisi dengan kegiatan kompetisi ilmiah Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-53 Tahun 2021 dan National Young Inventor Awards (NYIA) ke-14 serta Inspiration Days yang menghadirkan pembicara-pembicara yang menginspirasi generasi sains talenta muda Indonesia dalam melakukan kegiatan riset dan inovasi.

Selanjutnya rangkaian kegiatan akan dibuka oleh Dr. Laksana Tri Handoko, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional dan pada penganugerahan pemenang akan dihadiri oleh Mendikburistek Nadiem Anwar Makariem.

“Kegiatan Youth Science Week ini diharapkan mampu memberi warna dan wadah bagi remaja Indonesia untuk menginspirasi pemuda Indonesia dengan menularkan semangat meneliti dan melakukan inovasi,” kata Plt Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Edy Giri Rachman Putra dalam laporan pembukaan.

Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-53 mengusung 54 project penelitian di 4 (empat) Bidang Ilmu Pengetahuan dan telah melewati proses mentoring selama 3 (tiga) bulan akan mempresentasikan karya mereka di hadapan dewan juri. Sementara itu, ada 49 projek inovasi remaja yang akan berkompetisi di National Young Inventors Award ke-14, dimana para pemenang berkesempatan untuk ikut kompetisi ilmiah ke ajang internasional.

Kompetisi ini diselenggarakan secara rutin setiap tahun oleh LIPI yang sekarang telah berintegrasi menjadi BRIN dengan tujuan untuk memberikan peluang bagaimana ide-ide riset dan inovasi generasi Z dapat dibimbing dan diberi masukan oleh peneliti yang kompeten di bidangnya untuk menghasilkan konten riset inovasi yang potensial dan mungkin memiliki nilai kekayaan intelektual untuk dikembangkan.

Dikatakan Edy bahwa edukasi sains bagi generasi muda sangat penting untuk menjamin perkembangan iptek di masa depan. Hal ini karena Indonesia akan segera menyongsong era bonus demografi pada tahun 2030 mendatang. Di masa itu, jumlah penduduk usia produktif akan jauh lebih banyak dibandingkan usia non produktif. Untuk itu, sejak sekarang perlu dipersiapkan generasi muda yang siap berdaya saing, unggul, yang akan menjadi suksesor untuk mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045.

“Berbagai upaya dilakukan Pemerintah dalam memciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan generasi muda berdaya saing terutama di Bidang Pendidikan, Riset, dan Inovasi. Hal tersebut yang melatarbelakangi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuat skema pengembangan SDM Iptek dengan desain manajemen talenta nasional di bidang riset dan inovasi. Terlebih BRIN memiliki sumber daya terbesar dan terlengkap, baik SDM maupun infrastruktur dan anggaran. Maka pengembangan talenta muda Indonesia harus mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan berbagai kesempatan bagi generaai muda untuk berkembang” ungkap Dr. Laksana Tri Handoko, Kepala BRIN dalam arahannya.

Handoko menegaskan bahwa pada pengembangannya, metode pembinaan dan pengenalan talenta muda berbasis sains dan inovasi merupakan bentuk kolaborasi di antara semua pihak, dimana BRIN tidak dapat berdiri sendiri. Kerja sama yang erat dengan mitra terkait baik dari instansi pemerintah, swasta, maupun komunitas harus sejalan dengan pengembangan fokus pemerintah untuk membangun talenta di semua aspek baik bidang Pendidikan, riset inovasi, seni budaya, dan olahraga. Ke depannya BRIN akan berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi dalam upaya penciptaan talenta muda di bidang-bidang tersebut melalui pendidikan dan pengambangan karakter.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang bergabung kelak dalam penyelenggaraan Youth Science Week tahun ini untuk bersama-sama mewujudkan salah satu visi BRIN yakni Peningkatan Kapabilitas IPTEK, Budaya Riset, dan Penciptaan Inovasi melalui peningkatan Kualitas SDM IPTEK,” pungkas Edy Giri.

Biro Komunikasi Publik, Umum, dan Kesekretariatan
Badan Riset dan Inovasi Nasional